-->

Iklan

Iklan
Iklan

PUPR Kapuas

#'

Kapuas PUPR

#'

no-style

Makna Hari Raya dalam Perspektif Alumni MTs. Wahid Hasyim SF.'90 Jekulo - Kudus

AESENNEWS.COM
Saturday, April 5, 2025, 7:43:00 PM WIB Last Updated 2025-04-05T12:43:12Z
AESENNEWS.COM, Kudus - Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum istimewa bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia. Setelah menjalani ibadah puasa dan berbagai amalan di bulan suci Ramadan, umat Muslim merayakan Idul Fitri sebagai hari kemenangan dan kebahagiaan, serta sebagai wujud harapan atas pengampunan dari Allah SWT.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA:
"Barangsiapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Idul Fitri menjadi hari raya karena didahului oleh perjuangan melawan hawa nafsu, lapar, dan dahaga. Ini merupakan puncak dari rangkaian ibadah yang disempurnakan dengan ketaatan. Seperti dikatakan Syekh Sulaiman al-Bujairami dalam Hasiyah al-Bujairami alal Khatib (juz 5, hlm. 412):
"Allah menjadikan tiga hari raya di dunia untuk orang-orang beriman, yakni hari Jumat, Idul Fitri, dan Idul Adha – semua terjadi setelah sempurnanya ibadah dan ketaatan."

Halal Bi Halal dan Reuni Alumni MTs. Wahid Hasyim SF. '90

Pada tahun ini, Halal Bi Halal Alumni MTs. Wahid Hasyim SF. ’90 digelar pada 5 Maret 2025 M/1446 H bertempat di rumah Ibu Siti Kustiyah di Dukuh Selalang, Desa Tanjungrejo, Jekulo, Kudus. Beliau sebagai tuan rumah beserta keluarga besar dengan penuh keikhlasan telah menyediakan tempat, waktu, dan tenaga untuk terselenggaranya acara tahunan ini.

Dalam sambutannya, Ibu Siti Kustiyah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para alumni. "Merupakan suatu kehormatan bisa menjadi tuan rumah. Semoga acara ini membawa hikmah dan mempererat ukhuwah islamiyah di antara kita," ujarnya.

Nilai-nilai Spiritual Idul Fitri

Salah satu perwakilan alumni, Bapak Arif, menyampaikan bahwa hakikat Idul Fitri tidak semata-mata terletak pada penampilan lahiriah. Ia mengutip pernyataan ulama:
"Bukanlah hari raya bagi orang yang mengenakan pakaian baru, melainkan bagi mereka yang ketaatannya bertambah. Idul Fitri bukan bagi yang berhias dan berkendara, namun bagi yang dosa-dosanya diampuni."

Lebih jauh, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Al-Ghuniyah menekankan bahwa Idul Fitri sejatinya adalah tanda diterimanya amal, pengampunan dosa, serta peningkatan derajat di sisi Allah. Ia menyebutkan bahwa aspek spiritual jauh lebih utama dibandingkan dengan aspek material dalam merayakan hari raya.

Menjelang Akhir Ramadan: Saatnya Introspeksi

Sebagai penutup, Imam Hasan al-Bashri pernah berkata:
"Perbaikilah yang tersisa, maka Allah akan mengampuni yang telah berlalu. Manfaatkanlah sisa waktu, karena engkau tidak tahu kapan rahmat Allah akan datang."

Alumni berharap ke depan, Halal Bi Halal bukan sekadar ajang silaturahmi, namun juga menjadi momentum untuk membangun jejaring sosial dan budaya yang lebih erat di kalangan alumni, melalui koordinasi dan perencanaan yang lebih baik.

@Kuswadi – Kudus

Komentar

Tampilkan

  • Makna Hari Raya dalam Perspektif Alumni MTs. Wahid Hasyim SF.'90 Jekulo - Kudus
  • 0

Terkini

layang

.

social bar

social bar

Topik Populer

Iklan

Close x