| AESENNEWS.COM | dugaan kepala desa jembatan kecamatan Abung kunang Lampung Utara. Memonopoli sumur bor bantuan PERKIM yang mana sumur bor tersebut sengaja di pasang tepat di sebelah rumah pak kades.ada kejanggalan dari proyek tersebut dengan tidak adanya plang tanda proyek (jumlah anggaran) pada proyek sumur bor tersebut.
Jumat 26 Januari 2024 team investigasi media mendatangi kades desa jembatan bapak Deni Aris Munandar, Di kediamannya untuk menanyakan keberadaan sumur bor bantuan tersebut yang mana terpasang di dekat rumah pak kades..yang menjadi pertanyaan kami sumur bor tersebut tepat di sebelah rumah pak kades Deni Aris Munandar..tapi pak kades enggan terbuka prihal anggaran dari pembuatan sumur bor bantuan tersebut.
Setelah pihak media menanyakan plang tanda proyek sumur bor tersebut (papan nama) pak kades Deni Aris Munandar, mengatakan kepada awak media bahwa papan anggaran hilang. Namun awak media menanyakan prihal hilangnya papan tersebut pak kades tidak bisa memberikan keterangan secara rinci .termasuk mengenai berapa jumlah anggaran proyek tersebut.dugaan kepala desa jembatan bapak Deni Aris Munandar sengaja merahasiakan proyek bantuan PERKIM tersebut.kepada awak media.
jelas dikatakan dalam undang-undang nomor 14 tahun 2008.tentang keterbukaan informasi publik.seharus nya pak kades Deni Aris Munandar lebih terbuka kepada awak media.mengenai anggaran proyek sumur bor bantuan tersebut tanpa harus merahasiakan kepada awak media selaku kontrol sosial. Sesuai dengan undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers.
bukan kah seharusnya bantuan sumur bor tersebut lebih dapat dirasakan manfaatnya bagi warga desa jembatan .terutama warga yang posisinya lebih ke dataran tinggi, itu di karnakan bila musim kemarau tiba wilayah tinggi lebih sulit untuk mendapatkan kan air .sedangkan rumah pak kades Deni Aris Munandar itu di dataran yang lebih rendah dan lebih dekat dengan sungai.
dugaan kades tersebut lebih mementingkan diri pribadi ketimbang kepentingan umum bagi warganya.semoga pihak pihak instansi terkait dapat meninjau kembali pemasangan sumur bor bantuan tersebut..agar apa yang di berikan pemerintah pusat atau pun pemerintah daerah yang menggunakan anggaran APBN ataupun APBD.jelas dan terang maksut dan tujuannya.
seharusnya pihak pemerintah lebih ketat untuk mengontrol dan mengawasi setiap proyek yang ada di desa supaya tidak timbulnya dugaan dugaan atau tindakan yang dapat merugikan keuangan Negara.atau lebih dikenal dengan bahasa penyelewengan anggaran atau dugaan untuk memperkaya diri (korupsi) supaya maksud dan tujuan bantuan sumur bor tersebut.lebih jelas pungsi dan manfaatnya, dan benar benar dirasakan manfaatnya bagi masarakat khusus nya warga desa jembatan./RED.