AESENNEWS.COM-Banjarbaru-Suasana di SD Guntung Paikat, kota Banjarbaru dipenuhi puluhan siswa yang antri menunggu giliran mendapatkan vaksin Covid-19 tahap II, Senin (7/2).
Tak jarang sejumlah murid pun menangis histeris dan menolak untuk menjalani penyuntikan vaksin covid-19.
Berbagai cara pun dilakukan oleh orang tua murid dan petugas kegiatan vaksinasi itu untuk merayu para murid agar dapat mengikuti program kekebalan massal tersebut.
Semisal, Kanit Lantas Polsek Banjarbaru Utara AKP Khamdari yang turut andil melakukan pembujukan kepada sejumlah murid agar dapat mengikuti program vaksinasi covid-19 tersebut.
Ia juga memberikan pengertian bahwa vaksin tidak sakit. Bahkan mereka yang takut diperlihatkan siswa lainnya disuntik agar menumbuhkan keberanian.
Langkah pendekatan itu pun terbilang sukses dilakukan pihaknya sehingga sejumlah murid yang sempat enggan disuntik akhirnya mengikuti program tersebut.
"Dukungan orang tua sudah, vaksinator siap, nah anak-anak ini kadang takut juga lihat jarum suntik. Makanya kita bujuk agar mau mendapatkan vaksin dengan berbagai cara yang membuat anak ini tertarik dan mau divaksinasi," kata AKP Khamdari disela-sela acara.
Sementara itu, Kapolres Banjarbaru AKBP Nur Khamid mengatakan, bahwa pihaknya akan selalu aktif mendukung penuh segala kegiatan pemerintah demi mensukseskan vaksinasi dan upaya menciptakan wilayah sehat dan kondusif.
"Di antaranya pendampingan dan pengawasan terhadap pemberian vaksin di wilayahnya," ucap Kapolres Banjarbaru.
Kegiatan Vaksinasi dosis ke ll bagi anak usia 6-11 tahun di SDN 1 Guntung paikat dilakukan oleh Vaksinator dari Polres Banjarbaru dan Puskesmas Banjarbaru Selatan,sebanyak 197 anak dilakukan vaksinasi tahap l dan ll dengan pengamanan dari TNI dan Polri. (Edo)